Rabu, 31 Desember 2014

Soal Perkembangan Fisiknya, De Gea Merasa Jadi Captain America!




Manchester - David De Gea merasa berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir. Dalam urusan fisik, De Gea mengaku dirinya telah berkembang jadi Captain America.

De Gea didatangkan Manchester United dari Atletico Madrid pada tahun 2011. Dia tidak melewati musim perdananya dengan mudah. Mulai dari kendala bahasa sampai blunder membuatnya mendapatkan sorotan.

Tidak hanya itu, tubuh De Gea dinilai terlalu kurus untuk Premier League yang membutuhkan duel fisik. Dengan tubuh yang kurus, De Gea bakal kesulitan untuk menghalau umpan silang atau meninju bola, sementara lawan yang dihadapinya ketika berduel di udara punya tubuh yang lebih kokoh.

De Gea pun memperkokoh tubuhnya dengan berbagai program dari staf pelatih United. Dia juga lebih sering bekerja di gym sejak saat itu.

Menurut pelatih kiper United yang pertama kali menanganinya, Eric Steele, De Gea jarang berlatih di gym ketika masih bermain di Spanyol. Kebiasaan itu kemudian diubah oleh Steele.

"Saya berubah menjadi seperti Captain America dalam satu tahun!" serunya dalam wawancara dengan situs resmi klub.

"Saya masih menjalani program itu, meskipun tidak sesering sebelumnya."


"Sekarang saya lebih sedikit menjalani program itu, tapi jelas bahwa seringnya saya menjalani latihan di gym pada awal kedatangan saya memberikan dampak besar," kata De Gea.

De Gea kini ditangani oleh pelatih kiper bawaan Louis van Gaal, Frans Hoek. Di masa lalu, Hoek pernah menangani kiper-kiper top Eropa seperti Edwin van der Sar, Vitor Baia, hingga Victor Valdes.

Meski kini ditangani Hoek, orang yang dianggap paling berjasa dalam perkembangan De Gea adalah Eric Steele. Eks pelatih kiper United itu harus menangani De Gea yang kerap homesick dan belum lancar berbahasa Inggris.

Dalam wawancara yang dilansir Guardian di tahun 2013, Steele bahkan sampai mengambil kursus bahasa Spanyol untuk mempermudah komunikasinya dengan De Gea.

Kini, De Gea sudah lebih lancar berbahasa Inggris. Dia mengakui hal tersebut tidak hanya membantunya berkomunikasi di lapangan, tetapi juga di ruang ganti.

"Saya pikir, dampak terbesarnya adalah di ruang ganti. Saya memang membutuhkan komunikasi yang fasih juga di lapangan, tapi saya lebih membutuhkannya lagi di ruang ganti."

"Fakta bahwa saya mulai menerima wawancara dalam bahasa Inggris juga amat membantu. Wawancara juga membantu saya mempelajari bahasa Inggris lebih dalam," kata De Gea.


Source : detik.sport

Selasa, 30 Desember 2014

Jalani Tahun Buruk di 2014, Barca Yakin Bisa Lebih Baik di 2015



Barcelona - Barcelona nihil gelar di 2014 ini, melengkapi musim lalu yang berjalan buruk. Gelandang BlaugranaAndres Iniesta percaya di tahun yang baru, situasinya akan berubah.

Tak ada gelar yang diraih Barca sepanjang 2014. Ini sekaligus menyusul catatan buruk di musim 2013-2014 lalu, di mana mereka tak memenangi satupun kompetisi yang mereka ikuti, baik Liga Spanyol, Liga Champions, maupun Copa del Rey. Sementara tahun 2013 kemarin mereka masih mencicipi gelar juara liga dan Piala Super Spanyol.

Musim ini Los Cules masih dalam trek yang diharapkan, meski di liga sedikit tertinggal dari rival kuat, Real Madrid. Di klasemen La Liga, mereka ada di urutan dua dengan nilai 38 dari 16 laga, sementara Madrid satu pun lebih banyak dan baru tampil 15 kali.

Di Liga Champions, Iniesta dkk. mencapai babak 16 besar dan akan menghadapi Manchester City. Begitu pula di Copa del Rey yang sudah menginjak babak 16 besar, di mana Elche akan jadi lawan.

Kecewa dengan tahun 2014, Iniesta kini berharap bisa kembali ke jalur juara di 2015.

"Ketika Anda tak memenuhi target-targetm tidak pernah ada keseimbangan yang positif. Tapi kami akan mencoba untuk berbeda sepenuhnya di tahun yang akan datang ini," kata Iniesta kepada Mundo Deportivodikutip Football Espana.

"Kami datang setelah menjalani sebuah tahun yang buruk dan itu membuat Anda sedikit sulit dalam melihat segala sesuatu, tapi saya rasa kami berada di trek yang tepat,"


"Apa yang terjadi tahun depan harus lebih bagus dan saya percaya diri tim ini akan bertarung untuk semua gelar," tambahnya.

Soal target pribadi, pemain 30 tahun itu mengaku cuma mau terus menikmati bermain di lapangan hijau, sembari membantu tim meraih gelar.

"Di level personal, saya ingin terus menikmati apa yang saya lakukan dan meraih target-target yang dipasang untuk kami. Jadi semuanya bisa bangga dengan tim ini," sambungnya.

"Anda mencoba untuk mengontrol semuanya, tapi satu-satunya yang penting bagi saya adalah bahwa penggemar melihat saya di lapangan menikmati diri sendiri. Bahwa mereka bangga akan diri saya dan melihat saya menampilkan permainan terbaik," demikian Iniesta.




Source : detik.sport

Messi dan Ronaldo disebut Unggul, Neuer Bangga Jadi Nominasi Ballon d'Or





Ambarawa - Meski berstatus juara dunia, peluang Manuel 
Neuer menjadi pemenang Ballon d'Or 2014 disebut kecil karena pesaingnya adalah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kiper Bayern Munich itu mengaku sudah bangga dirinya masuk nominasi akhir.

Soal jumlah trofi yang dikumpulkan di tahun 2014, Neuer tidaklah kalah dari Ronaldo - apalagi Messi. Dia mengantar Bayern Munich merebut trofi juara Bundesliga, DFB Pokal dan yang paling bergengsi tentu saja gelar juara dunia bersama Tim Panser Jerman.


Adalah Ronaldo yang kini dianggap jadi pesaing terberat Neuer. Bintang Portugal itu tampil luar biasa bersama Real Madrid dengan gol-golnya. Selain itu CR7 mengumpulkan 4 trofi dari sukses meraih La Decima, Copa Del Rey, Piala Super Spanyol serta yang terbaru Piala Dunia Antarklub.


"Buat saya sebuah kehormatan dengan sudah masuk di dalamnya, itu membuat saya bangga," sahut Neuer dalam wawancaranya dengan harian Suddeutsche Zeitung dan dikutip dari Marca.


"Dua pemain yang lain punya nama mendunia dan itu jelas memberi keuntungan buat mereka," lanjut kiper Tim nasional Jerman itu.


Pengumuman pemenang Ballon d'Or 2014 akan dilakukan dalam sebuah seremoni yang dilakukan di Zurich pada 12 Januari 2015 mendatang.

Perdiksi : City Tak Akan Sulitkan Barca


Ambarawa - Setelah tersingkir di babak 16 besar tahun lalu, perjuangan Manchester City di Liga Champions musim ini dprediksi tidak akan jauh beda. The Citizens bakal sulit mengalahkan Barcelona

Liga Champions musim 2013/2014 menjadi kali pertama di mana City akhirnya bisa lolos ke babak 16 besar. Malang buat mereka, hasil undian mempertemukan dengan Barcelona. The Citizens kalah pada dua laga yang digelar masing-masing dengan skor 0-2 dan 1-2.

Pertemuan kembali dengan The Catalan di 16 besar musim ini jadi hal yang disesali City. Direktur Sepakbola City, Txiki Begiristain, menyebut kalau timnya sebenarnya sangat menghindari pertemuan dengan Lionel Messi dan kawan-kawan.

Setelah kalah dengan agregat 1-4 tahun lalu, City diprediksi tidak akan bisa membalas hasil tersebut di tahun ini. Fabio Capello menilai City tak punya potensi untuk menjungkalkan Barca.

"Saya tidak berpikir City akan jadi lawan yang menyulitkan untuk Barcelona. City tidak oke di fase grup karena mereka kehilangan sesuatu - mereka kurang punya kecepatan dan kurang punya hasrat," cetus Capello di DailyMail.

City mengantongi tiket ke babak 16 besar dengan susah payah. Kepastian itu baru mereka dapat di matchday terakhir, lewat kemenangan 2-0 di kandang AS Roma. Pada tiga laga pertamanya mereka cuma dapat satu poin, termasuk kekalahan mengejutkan atas CSKA Moskow di Etihad Stadium.

Di sisi lain, Barca lolos dengan status juara grup setelah memenangi persaingan dengan Paris Saint Germain. The Catalans total mengumpulkan 15 poin hasil lima kemenangan dan satu kali kalah.

"Saat ini, mereka akan menjadi lawan yang mudah untuk Barca. Tapi, di Februari kita harus melihat bagaimana pertandingannya karena mereka akan memiliki kembali Sergio Aguero (yang kini cedera). Dia salah satu pesepakbola terbaik," tuntas Capello.